Kendari – Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari kembali meluluskan ratusan mahasiswa melalui Rapat Senat Terbuka Wisuda Program Doktor ke-46, Magister ke-75, dan Sarjana ke-108 yang digelar di Auditorium Mokodompit UHO, Selasa (3/2/2026). Pada periode ini, sebanyak 767 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UHO, Herman, menyampaikan bahwa lulusan tersebut berasal dari 14 fakultas serta Pascasarjana. Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan para alumni agar senantiasa membawa nama baik almamater di mana pun mereka berkiprah setelah menyelesaikan studi.
Pada wisuda kali ini, predikat lulusan terbaik tingkat universitas diraih oleh Eki Rahmawati dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara (S1), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Eki mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96 dengan masa studi 3 tahun 5 bulan.
Herman menjelaskan, mulai tahun 2026 UHO menerapkan kebijakan baru terkait mekanisme pelaksanaan wisuda. Wisuda akan dilaksanakan setiap kali jumlah mahasiswa yang diusulkan oleh program studi telah mencapai kuota 750 orang. Skema ini berbeda dengan sistem sebelumnya yang tidak menetapkan batas kuota dan mengharuskan mahasiswa menunggu periode wisuda tertentu dalam setahun.
Menurutnya, setelah mahasiswa dinyatakan lulus yudisium, program studi dapat langsung mendaftarkan peserta wisuda melalui sistem daring. Ketika kuota terpenuhi, pendaftaran otomatis ditutup dan jadwal wisuda segera ditetapkan. Setelah prosesi selesai, pendaftaran kembali dibuka dan mekanisme ini berjalan secara berkelanjutan.
“Kebijakan ini bersifat fleksibel. Wisuda bisa dilaksanakan lebih dari satu kali dalam sebulan, tergantung terpenuhinya kuota peserta. Dengan sistem ini, mahasiswa memperoleh kepastian waktu tanpa harus menunggu periode wisuda tertentu,” ujar Herman.
Selain itu, Herman juga menekankan pentingnya partisipasi alumni dalam program Tracer Study UHO melalui laman tracer.uho.ac.id. Tracer study menjadi salah satu indikator penilaian perguruan tinggi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan dilakukan dua tahun setelah kelulusan untuk memetakan serapan lulusan di dunia kerja.
Sementara itu, Eki Rahmawati mengungkapkan bahwa manajemen waktu, konsistensi, dan fokus menjadi kunci utama dalam menjalani perkuliahan. Ia menilai kerja keras dan kesungguhan harus menyertai setiap proses akademik agar hasil yang diperoleh sebanding dengan usaha yang dilakukan.
Ia juga mengakui bahwa berbagai tantangan selama kuliah, khususnya dalam menyelesaikan tugas akademik dan skripsi, dapat dilalui berkat dukungan lingkungan pertemanan yang positif. Menurutnya, proses penyusunan tugas akhir tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga kesabaran dan keteguhan mental.
Ke depan, Eki berencana melanjutkan studi ke jenjang magister. Selain itu, ia juga membuka peluang untuk mengikuti seleksi CPNS maupun melamar di BUMN serta kesempatan profesional lainnya. “Semua rencana tersebut akan saya jalani dengan ikhtiar maksimal,” tutupnya.
Post Views: 90

2 hours ago
1















































