Baubau – Untuk pertama kalinya, komoditas ubur-ubur Kepulauan Buton, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), diekspor ke Shanghai, Tiongkok, melalui PT Triko Bina Nusantara.
PT Triko Bina Nusantara merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Unit Pengolah Ikan (UPI) yang berlokasi di Desa Dongkala, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sultra.
Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Baubau sekaligus perwakilan manajemen PT Triko Bina Nusantara, Amrih Basuki Purnomo, menyampaikan, total ekspor perdana komoditas ubur-ubur tersebut berjumlah 15 ton senilai USD 23.175.
Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Baubau sekaligus perwakilan manajemen PT Triko Bina Nusantara, Amrih Basuki Purnomo dalam pemaparan ekspor komoditas ubur-ubur Kepulauan Buton. Foto: Istimewa. (27/1/2026).“Hari ini (27/1) yang dilakukan adalah ekspor ubur-ubur dengan kuantitas 15 ton. Ekspor tersebut senilai USD 23.175. Ini bukan nilai yang kecil. Ekspor tersebut ditujukan ke Shanghai, Tiongkok. Pelaku ekspornya adalah PT Triko Bina Nusantara,” jelasnya.
Amrih menyampaikan bahwa upaya ekspor komoditas ubur-ubur Kepulauan Buton tidak lepas dari peran Wakil Gubernur Sultra, Hugua.
“Yang kita saksikan ini merupakan satu proses yang bermula dari kunjungan kepada Wakil Gubernur Sultra pertengahan 2025. Pada kesempatan tersebut muncul sebuah ide besar, yaitu merebut kembali ekspor komoditas non-tambang dari tangan orang lain,” ungkapnya, Selasa (27/1).
Proses tindak lanjut dari pertemuan tersebut direalisasikan dengan pertemuan yang diinisiasi langsung oleh Wakil Gubernur Sultra, Hugua. Sejumlah pertemuan itu menjadi tonggak lahirnya ekspor perdana PT Triko Bina Nusantara pada Selasa (27/1).
Ia juga membeberkan bahwa komoditas asal Sultra, khususnya dari Kepulauan Buton, kerap dicatat dan dirilis sebagai ekspor dari daerah luar Sultra. Kondisi tersebut diumpamakan seperti “telur mata sapi”, yang mana daerah penghasil hanya berperan sebagai produsen, sementara daerah lain justru memperoleh pengakuan dan pencatatan nilai ekspor.
“Selama ini komoditas non-tambang asal Sultra, khususnya dari Kepulauan Buton, kerap dirilis ekspornya di wilayah luar Sultra. Ibarat perumpamaan, seperti telur mata sapi. Ayam yang bertelur, sapi yang memperoleh nama,” bebernya.
Amrih mengungkapkan bahwa ekspor komoditas merupakan salah indikator penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Wakil Gubernur Sultra, Hugua, menyebutkan bahwa ekspor perdana ubur-ubur di Kota Baubau terintegrasi dengan kegiatan ekspor yang berlangsung bersamaan di Kota Kendari, Sultra. Terealisasinya ekspor tersebut menunjukkan konsistensi dan kesinambungan strategi ekspor Sultra dari hulu ke hilir.
“Melalui Pelabuhan Bungkutoko Kendari, sebanyak 47 kontainer komoditas diekspor dengan nilai kurang lebih Rp500 miliar. Ini menunjukkan konsistensi dan kesinambungan strategi ekspor Sultra dari hulu hingga hilir,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (27/1).
Post Views: 115

3 days ago
16















































