Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Kendari, Senin (11/5/2026) sore. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran bersama Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman saat meninjau lokasi terdampak.
Bantuan yang dibagikan berupa beras, telur, dan mie instan untuk warga yang rumahnya sempat terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kota Kendari beberapa hari terakhir. Penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah titik yang terdampak cukup parah, mulai dari Kecamatan Abeli, Poasia hingga Kecamatan Kambu.
Kawasan pertama yang dikunjungi rombongan Pemkot Kendari berada di Kelurahan Lapulu, tepatnya di sekitar depan Pasar Lapulu. Di wilayah tersebut, sedikitnya 71 kepala keluarga terdampak setelah air merendam kawasan permukiman hingga setinggi paha orang dewasa.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Foto: Dok. Prokopim Kota Kendari/Ipul. (11/5/2026).Meski kondisi genangan mulai surut saat kunjungan berlangsung, aktivitas warga masih didominasi membersihkan rumah dari lumpur dan sisa material banjir yang masuk ke dalam rumah. Perabotan rumah tangga terlihat dijemur di halaman rumah warga untuk dibersihkan.
Di sela penyerahan bantuan, Siska menyempatkan diri berdialog langsung dengan masyarakat untuk memastikan kondisi warga pascabanjir, termasuk persoalan kesehatan yang mulai dikhawatirkan muncul setelah bencana.
Ia meminta masyarakat segera melapor apabila ada anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan agar bisa segera ditangani tenaga medis dari puskesmas.
“Kalau ada warga yang sakit segera dilaporkan supaya bisa cepat ditangani pihak puskesmas,” ujar Siska di hadapan warga.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat berdiskusi dengan warga yang terdampak banjir. Foto: Dok. Prokopim Kota Kendari/Ipul. (11/5/2026).Menurutnya, kehadiran pemerintah di lokasi banjir bukan hanya untuk menyalurkan bantuan darurat, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah.
Siska mengaku prihatin atas musibah yang dialami warga dan menyebut pemkot tengah fokus melakukan penanganan cepat di sejumlah titik banjir yang tersebar di Kota Kendari.
“Hari ini kami turun langsung bertemu masyarakat yang terdampak banjir. Kami ikut prihatin atas kondisi yang dialami warga,” katanya.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran bersama Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman saat bertemu dengan masyarakat. Foto: Dok. Prokopim Kota Kendari/Ipul. (11/5/2026).Usai dari Lapulu, rombongan kemudian bergerak menuju Jalan Kedondong, Lorong Aklamasi, RT 24 RW 08, Kelurahan Andonohu. Wilayah ini menjadi salah satu kawasan dengan dampak banjir cukup parah setelah ketinggian air sempat mencapai leher orang dewasa.
Sebanyak 85 kepala keluarga terdampak akibat luapan air yang tidak memiliki saluran pembuangan memadai. Saat peninjauan dilakukan, genangan memang mulai berkurang hingga setinggi betis orang dewasa, namun lumpur masih terlihat memenuhi rumah dan akses jalan warga.
Di lokasi tersebut, Wali Kota Kendari langsung memeriksa kondisi drainase dan saluran air yang dinilai menjadi salah satu penyebab air sulit surut. Ia meminta jajaran teknis segera melakukan penanganan agar aliran air kembali normal dan kawasan tersebut tidak lagi menjadi langganan banjir.
Menurutnya, pembenahan drainase dan normalisasi sungai menjadi langkah mendesak yang harus dilakukan setelah banjir mulai surut.
“Kami akan cek apa saja yang perlu diperbaiki supaya kejadian seperti ini tidak terus terulang,” ujarnya.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Jalan Mangkerey, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu. Di wilayah ini, sekitar 100 kepala keluarga terdampak setelah hujan deras menyebabkan air meluap hingga masuk ke kawasan permukiman warga.
Bantuan kebutuhan pokok kembali disalurkan kepada warga terdampak. Selain itu, pemkot juga mulai mendata kerusakan dan menyiapkan langkah penanganan pascabanjir di sejumlah titik rawan genangan.
Pemkot Kendari turut menyiapkan langkah lanjutan berupa perbaikan drainase, pembersihan material sisa banjir, hingga normalisasi aliran sungai di beberapa kawasan yang terdampak cukup parah.
Siska mengatakan penanganan banjir di Kota Kendari membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk pemerintah provinsi dan Balai Wilayah Sungai (BWS), terutama untuk pembenahan infrastruktur pengendali banjir.
Ia menegaskan pemkot akan terus melakukan penanganan bertahap sambil memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi.
“Kami ingin masyarakat tetap tenang karena pemerintah akan terus hadir melakukan penanganan secara bertahap,” tutupnya.
Post Views: 14

1 day ago
11












































