Kendari – Tim mahasiswa Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada 23 Mei 2026 melalui penelitian yang memanfaatkan kulit buah naga merah untuk mendukung kesehatan usus.
Tim tersebut diketuai Muh. Zaqy Al-Fauzan bersama empat anggota, yakni Indira D. Fisabilillah, Benedikta Gresensia Latu Lebu, Salwa Aulia Maharani, dan Syaqinah Sri Azzahra. Seluruhnya merupakan mahasiswa Fakultas Farmasi UHO Kendari yang dibimbing La Ode Muhammad Fitrawan.
Zaqy mengatakan timnya bersyukur setelah dinyatakan lolos memperoleh pendanaan PKM-RE. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa gagasan penelitian yang mereka susun memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kami untuk menjalankan penelitian dengan maksimal dan menghasilkan luaran yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Penelitian yang diusulkan berjudul Inovasi Nanopartikel Kitosan Antosianin Kulit Buah Naga Merah sebagai Strategi Proteksi Mukosa Kolon terhadap Kolitis Ulseratif Terinduksi Asam Asetat.
Zaqy menjelaskan, penelitian itu berangkat dari potensi kulit buah naga merah yang selama ini lebih banyak menjadi limbah. Padahal, bagian buah tersebut mengandung antosianin, yaitu zat alami yang berfungsi sebagai antioksidan dan membantu mengurangi peradangan.
Namun, kandungan antosianin mudah rusak ketika melewati saluran pencernaan sehingga manfaatnya belum dapat bekerja secara maksimal.
Untuk mengatasi hal tersebut, tim memanfaatkan teknologi nanopartikel kitosan. Secara sederhana, teknologi ini membungkus antosianin dengan lapisan berukuran sangat kecil sehingga senyawa tersebut tetap terlindungi hingga mencapai usus besar.
Dengan cara itu, antosianin diharapkan dapat bekerja lebih efektif membantu melindungi dinding usus dari kolitis ulseratif atau penyakit radang usus yang menyebabkan luka dan peradangan pada usus besar.
Selain mengembangkan inovasi di bidang kesehatan, penelitian tersebut juga bertujuan meningkatkan nilai guna limbah kulit buah naga merah agar dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih bernilai.
Penelitian akan dilaksanakan selama tiga bulan, mulai Juni hingga Agustus, di Laboratorium Fakultas Farmasi UHO Kendari.
Zaqy berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi pijakan awal dalam pengembangan inovasi berbahan alam untuk kesehatan sekaligus mendorong pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengajak mahasiswa lain agar tidak ragu mengikuti program pendanaan penelitian.
“Berani memulai, terus belajar, dan konsisten mengembangkan ide karena setiap gagasan memiliki potensi menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya.
Post Views: 13

1 month ago
66
















































