SMKN 4 Kendari Ubah Pemilihan Ketua OSIS ke Sistem Digital, Siswa Cukup Scan QR

6 days ago 40

Kendari – Pemilihan Ketua OSIS SMKN 4 Kendari periode 2026 – 2027 beralih ke sistem digital. Para siswa tak lagi mencoblos menggunakan kertas, melainkan cukup memindai kode QR untuk memberikan suara melalui aplikasi E-Voting yang dikembangkan oleh alumnus sekolah tersebut.

Inovasi itu diterapkan dalam pemilihan Ketua OSIS SMKN 4 Kendari pada Senin (3/8/2026). Sistem digital tersebut memungkinkan siswa memberikan suara melalui perangkat masing-masing sekaligus membuat proses pencatatan dan penghitungan suara berlangsung secara otomatis.

Pembina OSIS SMKN 4 Kendari, Akbar Maruf, mengatakan penggunaan E-Voting menjadi bagian dari upaya sekolah mendorong digitalisasi dalam kegiatan organisasi siswa.

“Pemanfaatan E-Voting merupakan salah satu progres sekolah dalam menjadikan sekolah berbasis digitalisasi. Selain membuat proses pemilihan lebih cepat dan efisien, penggunaan kertas juga dapat dikurangi sehingga lebih ramah lingkungan,” kata Akbar kepada Kendariinfo, Selasa (4/8).

Aplikasi tersebut dikembangkan Reksa Leo Saputra, alumnus SMKN 4 Kendari angkatan 2022 sekaligus pendiri Kumo Tech Indonesia yang bergerak di bidang teknologi informasi dan digitalisasi.

Dalam pelaksanaannya, setiap pemilih memperoleh akun yang dibuat berdasarkan nomor induk siswa (NIS). Pemilih kemudian masuk ke sistem melalui tautan atau kode QR yang disediakan panitia.

Setelah masuk, siswa memilih pasangan calon dan mengonfirmasi pilihannya. Sistem langsung mencatat suara tersebut dan menonaktifkan hak pilih pada akun yang sama sehingga pemilih tidak dapat memberikan suara untuk kedua kalinya.

Teknologi itu juga membuat panitia tidak perlu menunggu proses penghitungan secara manual. Setiap suara yang masuk tercatat secara waktu nyata dan dapat dipantau melalui akun admin.

Panitia bahkan dapat melihat pemilih yang sudah memberikan suara maupun yang belum menggunakan hak pilihnya. Mekanisme tersebut membuat proses pemungutan suara sekaligus pemantauan partisipasi pemilih menjadi lebih cepat.

Inovasi digital itu tidak berhenti pada tahap pemungutan suara. Seluruh tahapan pemilihan Ketua OSIS SMKN 4 Kendari juga dirancang secara digital sejak awal.

Proses tersebut dimulai dengan pembentukan Komisi Pemilihan OSIS (KPO) pada Januari 2026. Para pasangan calon mendaftar melalui formulir daring, menyerahkan persyaratan administrasi, mengikuti masa orientasi dan kampanye, hingga memproduksi video serta jingle yang dipublikasikan melalui media sosial OSIS.

Panitia kemudian memasukkan data pasangan calon ke dalam aplikasi. Admin juga menentukan waktu pembukaan dan penutupan pemungutan suara sehingga sistem hanya dapat digunakan dalam jadwal yang telah ditetapkan.

Penerapan sistem tersebut melibatkan 880 pemilih yang terdiri atas 379 siswa kelas X, 390 siswa kelas XI, 91 guru, dan 20 staf. Dari jumlah tersebut, sebanyak 707 pemilih menggunakan hak suara, sedangkan 173 lainnya tidak memilih karena tidak hadir, sakit, dan alasan lainnya.

Akbar mengatakan sekolah sejak awal mengantisipasi persoalan yang dapat muncul ketika menggunakan sistem digital, terutama jaringan internet, kesiapan perangkat, dan kemampuan siswa dalam mengoperasikan aplikasi.

Panitia melakukan simulasi sebelum pemungutan suara dan menyiapkan pendamping selama proses berlangsung. Sekolah juga menyiagakan tim teknis untuk menangani gangguan apabila terjadi kendala pada perangkat atau sistem.

Gagasan penggunaan E-Voting tersebut merupakan tindak lanjut Pembina OSIS bersama Ketua OSIS Umni Khumaera Atmajaya untuk mengembangkan program kerja OSIS agar semakin selaras dengan arah digitalisasi sekolah.

“Sistem yang dikembangkan alumnus SMKN 4 Kendari itu tidak hanya dapat digunakan untuk pemilihan Ketua OSIS. Sekolah atau lembaga lain dapat menggunakannya setelah memenuhi persyaratan dan memperoleh akses admin dari pengembang,” lanjutnya.

SMKN 4 Kendari menyebut penerapan tersebut sebagai pemilihan Ketua OSIS berbasis E-Voting pertama yang mereka ketahui di wilayahnya. Namun, sekolah mengakui belum memiliki pendataan atau verifikasi resmi terhadap seluruh sekolah sebagai dasar untuk memastikan klaim tersebut.

Meski demikian, Akbar menilai penggunaan E-Voting lebih penting sebagai langkah awal digitalisasi proses demokrasi di lingkungan pendidikan. Inovasi itu juga membuka peluang agar sistem serupa dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan pemilihan lainnya.

Dalam pemilihan perdana tersebut, pasangan nomor urut 3, Rangga Aldiyano dari kelas XI BRV A dan Dilla Nur Aulia dari kelas XI RPL C, berhasil meraih suara terbanyak dan terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMKN 4 Kendari periode 2026 – 2027.

Post Views: 16

Read Entire Article
Rapat | | | |