Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari akan menggelar evaluasi rutin pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah cakupan penerima manfaat di daerah itu mencapai sekitar 90 persen. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga sekaligus menyelesaikan berbagai kendala yang ditemukan selama program berjalan.
Komitmen itu mengemuka dalam audiensi antara Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran dan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi, di ruang kerja Wali Kota Kendari, Senin (27/7/2026).
Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, Ketua DPRD Kota Kendari, Laode Muhammad Inarto, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Perikanan.
Dalam pertemuan itu, Mulyadi menyampaikan dari target 40 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Kendari, sebanyak 36 unit telah beroperasi. Kondisi tersebut membuat layanan MBG telah menjangkau sekitar 90 persen sasaran penerima manfaat.
Ia mengatakan, pihaknya juga mengusulkan rapat koordinasi lintas sektor yang dilaksanakan secara berkala agar seluruh pemangku kepentingan dapat mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus mencari solusi atas persoalan yang muncul di lapangan.
“Progres pelaksanaan MBG yang saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Kami juga mengusulkan rapat koordinasi rutin bersama seluruh stakeholder untuk membahas berbagai aspek pelaksanaan program,” ujar Mulyadi.
Menurutnya rapat koordinasi yang dijadwalkan pada awal Agustus 2026 mendatang akan melibatkan seluruh pengelola SPPG, mitra, dan instansi terkait. Sejumlah pembahasan akan difokuskan pada standar laik higiene sanitasi, sertifikasi halal, rantai pasok bahan pangan, stabilitas harga, hingga keterlibatan pelaku usaha dan relawan lokal.
Menanggapi laporan tersebut, Siska Karina Imran menegaskan keberhasilan Program MBG tidak hanya dilihat dari luasnya cakupan penerima manfaat, tetapi juga kualitas pelaksanaan di lapangan.
Ia meminta seluruh pihak tidak menutupi persoalan yang dihadapi selama program berlangsung agar dapat segera dievaluasi dan ditangani bersama.
“Saya tidak ingin hanya menerima laporan yang baik-baik saja. Kalau ada kendala di lapangan, segera sampaikan supaya bisa kita selesaikan bersama. Evaluasi menjadi bagian penting agar pelayanan kepada masyarakat terus meningkat,” kata Siska.
Selain evaluasi, Siska juga mengusulkan pendataan menu makanan yang paling disukai para siswa. Menurutnya, langkah itu penting agar makanan yang disediakan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga dikonsumsi oleh penerima manfaat sehingga tidak terbuang.
“Jangan sampai makanan yang sudah dimasak dengan baik justru tidak dimakan. Kita perlu mengetahui menu yang disukai siswa agar program ini berjalan lebih efektif dan tidak menimbulkan pemborosan,” imbaunya.
Siska menegaskan Pemkot Kendari siap mendukung pelaksanaan Program MBG melalui fasilitasi kebutuhan lintas sektor, termasuk proses perizinan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah serta pelaksanaan skrining kesehatan bagi relawan SPPG.
Post Views: 22

2 weeks ago
52
















































