Konawe Selatan – Seorang istri polisi bernama Ridayani, di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga menyiramkan air panas ke pasangan suami istri (pasutri). Keduanya saat itu datang dalam rangka menagih utang ke rumah terduga pelaku.
Peristiwa itu terjadi saat keduanya datang ke rumah terduga pelaku yang beralamat di Kelurahan Ranomeeto, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konsel, pada Senin (25/5/2026), sekitar pukul 11.00 Wita.
Ridayani kemudian menerima keduanya di teras rumah. Namun, tak berselang lama, situasi memanas hingga cekcok terjadi antar kedua belah pihak.
Pasangan suami istri (pasutri) diduga disiram air panas oleh istri polisi di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa.Di tengah ketegangan itu, sang istri, Dian Lestari, menyebut Ridayani masuk ke dalam rumah lalu kembali sembari membawa gayung berisi air panas dan mengancam akan menyiramnya.
Ancaman tersebut dilontarkan Ridayani sebanyak dua kali sebelum akhirnya air panas itu mendarat ke tubuh Dian bersama suaminya.
“Awalnya saya bersama suami datang baik-baik untuk meminta uang yang dipinjam. Tetapi kemudian terjadi pertengkaran. Dia sempat berkata ‘saya siram ko’ sebanyak dua kali, lalu menarik tangan saya dan langsung menyiramkan air panas ke badan saya,” beber Dian saat ditemui media di Polresta Kendari.
Akibatnya, ia bersama suami mendapat luka bakar di bagian dada, perut, hingga paha sebelah kiri. Keduanya kemudian segera menuju Puskesmas Ranomeeto guna mendapat penanganan medis.
Pasangan suami istri (pasutri) diduga disiram air panas oleh istri polisi di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa.Setelah upaya medis diberikan, keduanya lalu menuju Polresta Kendari untuk mengadukan peristiwa tersebut. Dian berharap laporannya itu dapat ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Saya berharap laporan ini segera diproses dan ada keadilan atas kejadian yang saya alami,” ujarnya.
Sementara itu, Ridayani, saat dikonfirmasi media mengakui perbuatannya terhadap pasutri tersebut. Kendati demikian, aksinya itu dilakukan bukan tanpa sebab, melainkan akibat keduanya diduga datang dengan cara yang kurang sopan.
“Coba konfirmasi yang bersangkutan itu apakah dia datang ke rumah orang dengan sopan? Tetangga saya pada dengar, dia kayak orang kesurupan teriak bukan main. (Padahal) sopan saya sambut dia,” jelas Ridayani.
Utang piutang tersebut, katanya, terkait jual beli solar. Ia berbisnis kepada korban yang merupakan pengepul. Ia pun menegaskan tak akan tinggal diam dan akan melawan balik dengan cara melaporkan peristiwa tidak menyenangkan tersebut.
“Ada bukti CCTV saya akan buka,” tegasnya.
Post Views: 21

1 day ago
15














































