Kendari – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan 10 ribu kuota pelatihan vokasi gratis bagi masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga Desember 2026. Program tersebut diprioritaskan untuk lulusan SMA/SMK sederajat yang ingin meningkatkan keterampilan sebelum masuk dunia kerja.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengatakan pelatihan vokasi tersebut akan dilaksanakan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari.
Hal itu disampaikan Yassierli saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Rabu (5/8/2026). Rencana tersebut telah diberitahukan kepada Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka.
“Khusus untuk Sultra kita siapkan minimal 10 ribu kuota pelatihan hingga Desember 2026,” kata Yassierli.
BPVP Kendari menyediakan 13 bidang kejuruan yang dapat dipilih peserta. Bidang tersebut meliputi listrik, elektronika, bisnis dan manajemen, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), otomotif, pertambangan, pengelasan, bangunan, kecantikan, teknologi fesyen, pariwisata, teknologi pengolahan hasil pertanian, dan produktivitas.
Kemnaker menggelar pelatihan tersebut secara gratis. Peserta akan mendapatkan pembekalan untuk meningkatkan kompetensi, produktivitas, kedisiplinan, sikap, dan etos kerja sebagai bekal memasuki dunia kerja atau membuka usaha.
Peserta juga memperoleh makan siang, bantuan transportasi, sertifikat pelatihan dari BPVP, serta sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Program itu terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun SIAPkerja. Namun, Kemnaker memprioritaskan lulusan SMA/SMK sederajat sebagai peserta.
Yassierli mengatakan pihaknya akan terus memperbarui jenis pelatihan berdasarkan kebutuhan pasar kerja. Kemnaker juga akan menghubungkan peserta dengan kawasan industri agar keterampilan yang diperoleh lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
“Kita akan sambungkan ke kawasan industri,” katanya.
Selain pelatihan vokasi, Kemnaker menyediakan peluang lain melalui Program Magang Nasional dengan kuota 150 ribu peserta. Perusahaan di daerah dapat ikut menyediakan kesempatan magang dengan mendaftarkan lowongan ke Kemnaker.
Yassierli mengatakan program magang tersebut dapat dimanfaatkan oleh lulusan perguruan tinggi di Sultra. Batch pertama dijadwalkan mulai 10 Agustus 2026, sedangkan batch kedua dan ketiga masing-masing menyediakan kuota 50 ribu peserta.
“Para lulusan perguruan tinggi di Sultra bisa memanfaatkan kesempatan ini,” jelasnya.
Menurut Yassierli, kebutuhan tenaga kerja terus berubah seiring perkembangan teknologi. Kecerdasan buatan, digitalisasi, pekerjaan hijau, dan ekonomi kreatif menjadi sejumlah bidang yang ikut memengaruhi kebutuhan keterampilan tenaga kerja.
Ia meminta peserta tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi memilih keterampilan yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri.
Yassierli menilai perkembangan proyek di Sultra dapat membuka peluang kerja baru bagi tenaga kerja lokal. Karena itu, lulusan di daerah tersebut perlu mempersiapkan kompetensi agar dapat mengambil peluang dari pertumbuhan industri.
“Sultra saat ini sudah banyak proyek yang sedang dibangun. Saya yakin ini menjadi kesempatan dan peluang yang luar biasa bagi para lulusan di Sultra,” tutupnya.
Post Views: 24

5 days ago
36
















































