Kendari – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggelar operasi pasar di halaman kantor yang menyediakan elpiji subsidi 3 kilogram (kg) dengan harga Rp20 ribu per tabung atau sesuai harga eceran tertinggi (HET). Kegiatan yang berlangsung pada 1 – 3 Juli 2026 itu dibuka untuk seluruh masyarakat Sultra khusunya berada di Kota Kendari.
Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag Sultra, Andi Zakiah, mengatakan operasi pasar tersebut merupakan upaya pemerintah mempermudah masyarakat memperoleh elpiji subsidi dengan harga resmi sekaligus menekan praktik penjualan di atas HET.
“Operasi pasar berlangsung selama tiga hari. Setiap hari kami menyiapkan sekitar 560 tabung elpiji 3 kg. Pelayanan dibuka mulai pukul 08.00 sampai 15.00 Wita,” kata Andi Zakiah, Rabu (1/7/2026).
Ia menjelaskan, pada hari pertama pelaksanaan jumlah pembeli masih sekitar 200 orang karena sebagian masyarakat belum mengetahui adanya operasi pasar tersebut. Disperindag Sultra memperkirakan jumlah warga yang datang akan meningkat dalam dua hari berikutnya.
Untuk membeli elpiji subsidi, masyarakat hanya diminta membawa fotokopi kartu keluarga (KK). Setiap KK dapat membeli paling banyak dua tabung elpiji 3 kg.
Andi menegaskan, operasi pasar itu tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kota Kendari. Mahasiswa, pekerja, maupun masyarakat dari kabupaten lain di Sultra yang sedang berada di Kendari juga dapat membeli elpiji subsidi selama memenuhi persyaratan.
“Misalnya ada mahasiswa atau anak kos asal Raha maupun daerah lain di Sultra yang tinggal di Kendari, mereka tetap bisa membeli selama membawa fotokopi KK,” ujarnya.
Disperindag Sultra menggandeng PT Pertamina Patra Niaga bersama agen resmi untuk memastikan pasokan elpiji selama operasi pasar tetap tersedia. Langkah tersebut juga diharapkan dapat membantu menstabilkan harga di tingkat konsumen.
Berdasarkan hasil pengawasan Disperindag bersama instansi terkait, kenaikan harga elpiji subsidi masih banyak ditemukan di tingkat pengecer. Di sejumlah kios, tabung elpiji 3 kg dijual hingga Rp35 ribu, bahkan menjelang Hari Raya Iduladha sempat mencapai Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per tabung.
“Kenaikan harga sebelumnya dipengaruhi oleh keterbatasan stok. Sekarang stok sudah kembali aman sehingga masyarakat tidak perlu panik membeli,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat membeli elpiji 3 kg di pangkalan resmi Pertamina agar memperoleh harga sesuai HET. Warga juga diminta melaporkan jika menemukan penjualan di atas ketentuan melalui barcode pengaduan yang tersedia di pangkalan resmi atau langsung ke Disperindag Sultra.
“Kami mengajak masyarakat ikut mengawasi distribusi elpiji subsidi. Dengan melapor apabila ada permainan harga, masyarakat turut membantu pemerintah memastikan elpiji 3 kg benar-benar dijual sesuai HET dan tepat sasaran,” tutupnya.
Post Views: 24

1 month ago
78
















































