Baubau – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Baubau menuntaskan pelaksanaan Road Show Bapas Baubau BERAKSI (Bersama cEgah kekeRasan Anak di seKolah dengan edukaSI) yang berlangsung selama empat hari, 13 – 16 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjangkau 12 SMAN/SMKN di Kota Baubau dan diikuti sebanyak 2.964 peserta didik baru.
Road show ini merupakan implementasi awal Program Sekolah Binaan Pemasyarakatan (SBP), hasil kolaborasi antara Bapas Kelas II Baubau dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Program tersebut difokuskan pada upaya preventif untuk mencegah anak berhadapan dengan hukum melalui edukasi sejak dini di lingkungan sekolah.
Kepala Bapas Kelas II Baubau, Mustar Taro, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) bagi peserta didik baru. Menurutnya, momentum tersebut dimanfaatkan untuk menanamkan kesadaran hukum kepada para siswa sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
“Melalui Program BERAKSI, kami ingin membangun kesadaran hukum sejak dini kepada para peserta didik. Harapannya mereka memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, bebas dari kekerasan, perundungan, penyalahgunaan narkoba, serta menjauhi perilaku yang dapat membuat anak berhadapan dengan hukum,” kata Mustar kepada Kendariinfo, Kamis (16/7/2026).
Selama road show berlangsung, Bapas Baubau menyampaikan materi mengenai pencegahan kekerasan di sekolah, bullying, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika, anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), hingga konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang melanggar aturan.
Penyampaian materi dikemas secara edukatif dan interaktif melalui diskusi, studi kasus, serta sesi tanya jawab. Metode tersebut membuat para siswa aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai persoalan yang kerap dihadapi remaja, mulai dari perundungan, kekerasan, pergaulan bebas, hingga dampak hukum dari kenakalan remaja.
Mustar menjelaskan, program BERAKSI merupakan bentuk komitmen Bapas Baubau dalam menjalankan fungsi pencegahan melalui edukasi hukum kepada generasi muda. Selain memperkenalkan tugas dan fungsi bapas kepada masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan membentuk karakter pelajar yang sadar hukum dan bertanggung jawab.
“Kami berharap edukasi seperti ini tidak berhenti pada kegiatan MPLS saja. Sinergi dengan sekolah akan terus diperkuat melalui Program Sekolah Binaan Pemasyarakatan agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan mampu menjadi benteng pencegahan terhadap kenakalan remaja,” ujarnya.
Pelaksanaan road show mendapat sambutan positif dari kepala sekolah, guru, maupun peserta didik di seluruh sekolah yang dikunjungi. Antusiasme para siswa terlihat dari keaktifan mereka selama mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab.
Ke depan, program SBP akan dilaksanakan melalui empat pendekatan, yakni Kepala Bapas atau Pembimbing Kemasyarakatan menjadi pembina upacara di sekolah setiap bulan, melaksanakan kegiatan kokurikuler, menjadi guru tamu secara berkala, serta menjadi narasumber dalam kegiatan MPLS setiap tahun ajaran baru.
Melalui kolaborasi tersebut, Bapas Baubau berharap semakin banyak sekolah yang menjadi lingkungan belajar yang aman, ramah anak, berkarakter, dan sadar hukum, sehingga jumlah anak yang berhadapan dengan hukum dapat terus ditekan.
Post Views: 5

3 weeks ago
75
















































