Anak Penjual Kue Raih IPK 3,99, Dwi Pratiwi Jadi Lulusan Terbaik UHO Kendari

3 weeks ago 62

Kendari – Dwi Pratiwi Aprilya Wahid, mahasiswi Program Studi Informatika Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, berhasil meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,99 dan dinobatkan sebagai lulusan terbaik tingkat universitas pada Rapat Senat Terbuka Wisuda Program Magister ke-79 dan Program Sarjana ke-110 di Auditorium Mokodompit UHO Kendari, Rabu (15/7/2026).

Perempuan kelahiran Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, yang berasal dari Kabupaten Soppeng itu mengaku pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan keluarga. Ayahnya bernama Abdul Wahid bekerja sebagai wiraswasta, sedangkan sang ibu bernama Suhartati merupakan penjual sekaligus pembuat kue.

Dwi mengatakan, kedua orang tuanya selalu menjadikan pendidikan sebagai prioritas. Bahkan, saat dirinya menghadapi ujian maupun mengikuti berbagai kompetisi, orang tuanya terus memberikan dukungan, mulai dari doa hingga meluangkan waktu agar ia dapat lebih fokus belajar.

Dwi Pratiwi Aprilya Wahid, mahasiswi Program Studi Informatika Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang jadi wisudawan terbaik bersama keluarganya.Dwi Pratiwi Aprilya Wahid, mahasiswi Program Studi Informatika Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang jadi wisudawan terbaik bersama keluarganya. Foto: Istimewa.

“Ketika saya ujian akhir, orang tua sampai mengurangi pekerjaan rumah supaya saya bisa fokus belajar. Bahkan saat seminar proposal yang dilaksanakan secara daring, mereka ikut menyaksikan melalui Zoom sebagai bentuk dukungan,” katanya kepada Kendariinfo, Jumat (17/7).

Perjalanan akademiknya tidak selalu berjalan mulus. Pada awal kuliah, Dwi mengaku sempat kesulitan beradaptasi dengan materi pemrograman karena latar belakang pendidikannya di SMA lebih banyak mempelajari mata pelajaran sains.

Ia bahkan beberapa kali gagal dalam ujian praktik pemrograman pada semester pertama dan harus mengulang hingga tiga kali. Selain itu, ia juga pernah mengikuti ujian susulan setelah lalai mengikuti salah satu ujian mata kuliah pemrograman.

Menurutnya, kegagalan tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan memperbaiki kemampuan hingga akhirnya mampu menguasai materi.

Dwi mengungkapkan tidak memiliki metode belajar yang rumit. Ia memilih mengulang materi hingga benar-benar paham dan menyusun seluruh catatan kuliah menggunakan aplikasi agar lebih mudah dipelajari kembali.

Menjelang ujian, ia mulai belajar sekitar sepekan sebelumnya. Di sela-sela aktivitas membantu ibunya membuat kue pada malam hari, Dwi tetap membawa laptop maupun catatan untuk mengulang materi kuliah.

“Sambil membantu ibu membuat kue, saya tetap belajar. Jadi waktu yang ada bisa dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Selain fokus pada akademik, Dwi juga aktif mengikuti berbagai kompetisi dan program pengembangan diri. Ia pernah meraih prestasi pada lomba karya tulis ilmiah tingkat regional dan nasional, menjadi finalis GEMASTIK 2025 divisi Pengembangan TIK, serta mengikuti Bangkit Academy 2024 pada jalur Machine Learning.

Setelah diwisuda, Dwi berencana mengikuti program magang untuk menambah pengalaman kerja sebelum melanjutkan pendidikan magister. Ia menargetkan melanjutkan studi di Universitas Gadjah Mada atau Institut Teknologi Sepuluh Nopember melalui beasiswa LPDP karena bercita-cita menjadi dosen.

Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar memanfaatkan setiap kesempatan selama kuliah, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan diri.

“Jangan takut mencoba dan jangan takut gagal. Terus belajar, kerjakan tugas tepat waktu, serta manfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk mengembangkan diri,” tutupnya.

Post Views: 10

Read Entire Article
Rapat | | | |