Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeklaim 50 ribu prajurit Korea Utara (Korut) akan dikerahkan ke Rusia untuk membantu Moskow berperang melawan Kyiv.
Dalam pernyataan di media sosial X pada Sabtu (8/8), Zelensky mengatakan "keputusan telah dibuat untuk mengerahkan 30 ribu hingga 50 ribu prajurit Korut ke Rusia". Zelensky tak merinci dari mana ia memperoleh informasi tersebut.
Ia hanya mengatakan Korea Utara sedang "mempelajari perang ini" sehingga apabila konflik meletus di Asia Pasifik, Korut sudah pasti memperoleh keuntungan karena pengalaman perang modernnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah menemukan rudal-rudal Korea Utara di teritori Ukraina. Hari ini, ini sudah menjadi fakta yang terbukti. Sangat jelas bahwa Korea Utara akan terus membangun pengalamannya dalam peperangan modern, menerima lisensi dari Rusia, dan menerima segala macam peralatan militer dari mereka," ujar Zelensky.
Dalam pernyataan yang sama, Zelensky mengindikasikan keterbukaan Ukraina untuk bekerja sama dengan Korea Selatan (Korsel), negara Asia paling rentan terhadap ancaman Korut.
Ia meminta Korsel bekerja sama, terutama di bidang sistem pertahanan udara, yang menjadi kekurangan Ukraina dalam perang ini.
"Kami sangat ingin menerima dukungan dari Korea Selatan di bidang sistem pertahanan udara. Dan kami siap untuk bekerja sama dalam Kesepakatan Drone dan bidang lainnya. Mereka memiliki batasan hukum berdasarkan Konstitusi mereka. Tetapi kami ingin kerja sama ini dan mengharapkannya," ucap Zelensky, sambil menambahkan bahwa para diplomatnya sedang menjalin kontak dengan Korea Selatan soal ini.
Sejak beberapa waktu lalu, Korut telah mengirim pasukan ke Rusia untuk membantu Moskow melawan Ukraina. Pengerahan pasukan itu dilakukan seiring ditandatanganinya kerja sama strategis pada Juni 2024 lalu oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korut Kim Jong Un.
Pakta kerja sama itu mencakup bantuan timbal balik jika salah satu negara menghadapi agresi eksternal.
Pada 2024, Ukraina memproyeksikan sekitar 14 ribu tentara Korut telah dikirim ke Kursk, Rusia, untuk berperang.
Bulan ini, seorang pejabat intelijen militer Ukraina mengatakan kepada Reuters bahwa unit rudal Korea Utara sudah mulai dikerahkan ke Rusia barat, dengan dipersenjatai 120 rudal balistik serta enam peluncur untuk melakukan serangan terhadap Ukraina.
Ukraina belakangan telah mengeluhkan stok sistem pertahanan udara yang menipis. Rusia memanfaatkan kondisi ini dengan menggunakan lebih banyak rudal balistik, yang sangat sulit ditembak jatuh.
Menurut penilaian Ukraina dan independen, Korea Utara telah memasok Rusia dengan jutaan amunisi artileri dan mortir, rudal balistik, artileri jarak jauh, serta sistem roket peluncuran ganda.
Kedutaan Besar Korea Utara di Rusia belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
(blq/dna)

14 hours ago
6















































