Trump Akui Ganti Pesawat saat Pulang KTT NATO Turki Imbas Ancaman Iran

3 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui ia diam-diam berganti pesawat saat hendak pulang dari KTT NATO di Turki bulan lalu atas arahan Dinas Rahasia AS (Secret Service).

Kepada wartawan pada Selasa (11/8), Trump mengatakan meski telah berganti pesawat demi keamanannya, pesawat yang akhirnya ia gunakan tetap lebih rentan dibandingkan Air Force One.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya rasa sebenarnya pesawat yang saya tumpangi memiliki risiko yang lebih besar. Saya rasa risikonya lebih besar karena menurut saya, pesawat itulah yang kemungkinan lebih mereka incar," kata Trump kepada wartawan.

Setelah menghadiri KTT NATO di Ankara, Trump dipindahkan dari Air Force One ke pesawat militer melalui truk katering dalam sebuah operasi pengelabuan yang tidak biasa. Media AS melaporkan perpindahan pesawat ini dipicu oleh ancaman pembunuhan dari Iran lantaran saat itu Washington dan Teheran masih berperang dengan sengit.

Gedung Putih tidak mengungkapkan pergantian tersebut dan hal itu tetap dirahasiakan hingga Washington Post pertama kali melaporkannya pada Senin.

Sejumlah komentator media mempertanyakan apakah operasi tersebut justru menempatkan para staf Trump dan jurnalis yang bepergian bersamanya dalam risiko karena mereka berada di pesawat yang diyakini membawa sang presiden.

Sejak laporan itu muncul, media sosial dipenuhi meme yang menggambarkan Trump bersembunyi di dalam truk katering. Padahal, selama ini ia menggambarkan dirinyanya sebagai pemimpin pemberani.

Trump pun mengatakan bahwa ia hanya mengikuti arahan Secret Service, lembaga yang bertugas melindungi presiden.

"Ya, itu sepenuhnya tergantung pada Secret Service. Saya hanya mengikuti apa yang mereka ingin saya lakukan, jadi saya mengikuti arahan Secret Service dan militer," kata Trump seperti dikutip Reuters.

"Saya rasa memang ada ancaman. Saya tidak terlalu banyak bertanya soal itu. Saya menerima banyak ancaman," ujarnya menambahkan.

Trump sebelumnya menggunakan pesawat Air Force One baru yang merupakan hadiah dari Qatar dan telah direnovasi untuk terbang ke Ankara menghadiri KTT NATO.

Namun, secara mendadak ia mengumumkan akan menggunakan Air Force One yang lebih tua saat meninggalkan Turki, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai keamanan pesawat baru tersebut.

Perjalanan ke NATO itu merupakan penerbangan internasional pertama pesawat baru tersebut. Proses renovasinya yang dilakukan dengan cepat telah memicu pertanyaan mengenai biaya dan keamanannya. Apalagi, perjalanan Trump ke Turki itu berlangsung ketika peperangan dengan Iran sedang panas-panasnya.

(rds/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Rapat | | | |