14 Warga Malaysia Ditangkap karena Narkoba di Luar Negeri pada 2026

10 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 14 warga negara Malaysia ditangkap karena coba menyelundupkan narkoba di luar negeri sepanjang 2026 dan melibatkan 73,17 kilogram narkoba.

Hal itu diungkap Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika (JSJN) Bukit Aman, Hussein Omar Khan, dalam konferensi pers di Selangor, Malaysia, Selasa (11/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hussein menyebut dalam penangkapan 14 warga Malaysia di luar negeri karena perdagangan narkoba selama Januari hingga Juli 2026, sebanyak 73,17 kilogram narkoba senilai RM5,5 juta atau setara Rp23,9 miliar.

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika (JSJN) Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, mengatakan semua penangkapan di luar negeri melibatkan 11 pria dan tiga wanita warga Malaysia.

"Negara-negara yang terlibat adalah di Taiwan dengan enam kasus, Filipina dengan dua kasus, Indonesia dengan tiga kasus, Hong Kong dengan satu kasus, Makau dengan satu kasus, dan Maladewa dengan satu kasus," ujar Hussein dikutip dari Harian Metro, Rabu (12/8).

Hussein kemudian menjelaskan bahwa pihak keamanan di Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) telah menangkap 51 orang dari 13 negara sepanjang 2026 yang terlibat dalam 41 kasus narkoba.

"Seluruh 51 penangkapan melibatkan individu dari 13 negara, dengan pemegang paspor Inggris mencatat jumlah tertinggi yaitu 14 orang, diikuti oleh Malaysia (12), Singapura (delapan), Prancis (lima), Indonesia (dua), Hong Kong (dua), Jepang (dua), Thailand, Irlandia, Slovakia, India, Portugal, dan Uganda, masing-masing satu orang," ucap Hussein.

Lebih lanjut, Hussein mengatakan dari 51 orang yang ditangkap di KLIA, sebanyak 1,2 ton narkoba disita dan diklaim bernilai RM97 juta atau setara Rp423 miliar.

"Jadi, ini menunjukkan keberhasilan yang telah dicapai PDRM di KLIA," katanya.

Selain itu, Hussein meminta warga negara Malaysia agar tidak mudah tertipu dengan tawaran sindikat yang menjanjikan berbagai insentif, gaji yang menggiurkan, atau liburan.

"Jadi, itulah pesan kami. Dalam setiap rangkaian pernyataan media, kami menekankan hal ini agar warga negara kita selalu waspada sehingga tidak terjebak atau tertipu oleh sindikat yang menawarkan berbagai insentif, gaji, liburan, dan sebagainya, tetapi pada akhirnya mereka terjerat dalam sindikat narkoba," ucap Hussein.

(har/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Rapat | | | |